Selasa, 27 April 2010

Orang Tua dan Pendidikan


Pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap individu yang terlahir kedunia. Dengan pendidikan manusia dapat menjadi apa yang diinginkan. Pendidikan secara formal dapat kita lihat disekolah. Proses pembelajaran disetiap sekolah hampir sama yang membedakan adalah bagaimana individu memproses ilmu yang telah diperolehnya tersebut. Setiap individu memiliki kecerdasan yang berbeda hal itulah yang menyebabkan setiap individu berbeda cara menerimanya bahkan mengolahnya. Karena untuk mengolah informasi tersebut dia akan menggunakan cara dan pengetahuan yang telah diperolehnya.

Mengingat adanya multi kecerdasan dalam individu dan jika hal ini hanya dibebankan kepada guru maka kecil kemungkinan anak anda berkembang sesuai dengan harapan anda atau bahkan anak tersebut tidak tahu akan menjadi apa, disebabkan karena ketidak tahuan akan kecerdasan yang dimilikinya. Untuk itu himbauan untuk para orang tua kita harus lebih memperhatikan dan membantu anak menemukan kecerdasan yang dimilikinya.

Banyak orang tua yang tidak mau dibebankan masalah hal ini, karena merasa kewajibannya telah dilaksanakannya dengan memasukkan anaknya kesekolah. Namun berdasarkan pengamatan penulis dilapangan, banyak sekali ditemukan ketidak pedulian orang tua terhadap anaknya, bukan berarti penulis menyalahkan orang tua tersebut, penulis sadar sikap ketidak pedulian orang tua pada anaknya bukan berarti mutlak tidak peduli namun karena lebih kepada ketidak tahuan para orang tua. Dan juga bukan berarti ketidaktahuan itu dibiarkan saja. Penulis yakin para orang tua memiliki banyak waktu untuk sekedar membaca atau setidaknya melihat gelagat anak sebelum anaknya menjadi anak yang tidak diharapkan. Karena orang tua yang berperilaku seperti itu tidak hanya orang tua yang berpendidikan rendah tidak sedikit pula orang tua yang berpendidikan tinggi yang secara tidak sadar telah menjadi orang tua yang kurang peduli terhadap proses perkembangan anaknya, mereka menyerahkan anaknya pada pembantu, pada guru les dan lain-lain.

Mengapa penulis katakan bahwa banyak orang tua memiliki sikap kurang peduli,? Karena banyak orang tua yang tidak mengetahui apakah anaknya mengerjakan Tugas sekolah dengan baik atau tidak, apakah anaknya mengalami kendala dalam belajarnya, apakah anak mengalami dilemma dalam menentukan pilihan hidupnya, bagaimana tingkah laku anak disekolah, bahkan beberapa orang tua tidak mengetahui anaknya sudah duduk dikelas berapa padahal anaknya sudah hendak menamatkan sekolahnya? Dan masih banyak lagi hal-hal kecil yang terlupakan oleh orang tua. Padahal sebagai mana kita tahu bahwa pendidikan pertama adalah dirumah. Jika dilihat dari kenyataan diatas maka pendidikan dirumahnya patut dipertanyakan.

Meskipun begitu tidak pantas rasanya menyalahkan orang tua kita atas apa yang telah terjadi, namun alangkah baiknya untuk para calon orang tua untuk tidak mengikuti kesalahan yang telah orang tua kita lakukan. Banyak buku beredar ditoko-toko buku mengenai bagaimana melejitkan potensi anak, buku-buku yang dapat membantu para orang tua mengetahui kecerdasan anak.

Mari kita sama-sama mendidik anak kita dari mereka dapat mendengar apa yang kita ucapkan. Dengan selalu menanamkan kata-kata yang baik, perilaku yang baik dan meskipun kita telah memasukkan anak kesekolah kita tetap harus memantaunya dirumah. Dampingi anak dalam mengerjakan tugas sekolahnya, bantu anak menyelesaikan masalah dan perhatikan perkembangan psikologi anak, karena saat diluar rumah kita tidak tahu apa yang dilakukan bersama temannya.

Demikian sedikit buah pikiran saya semoga menjadi bahan renungan, dan mohon bimbingannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar